Ada saatnya kita pengen suatu hari itu terasa lebih panjang dari biasanya, seenggaknya ada dua alasan buat itu, yaitu karena kita nggak mau kebahagiaan hari ini berakhir atau karena kita memiliki rasa takut akan hari esok. Kali ini yang gue alami adalah hal yang kedua, yaitu rasa takut akan
hari esok.
Coba bayangkan kawan, misalnya kita tahu bahwa besok adalah hari terakhir kita di dunia, karena besok adalah hari dimana kita akan dihukum mati. Kira-kira apa yang bakal lo pikirin?? Pasti seenggaknya rasa takut akan hari esok pasti tiba. Nah begitu juga yang gue rasain sekarang. Emang sih, besok bukanlah hari dimana gue bakalan dihukum mati, tapi seenggaknya efeknya miriplah, yaitu esok adalah hari dimana gue harus masuk kerja lagi dan mengakhiri liburan yang indah ini. Bayangkan kawan, betapa menderitanya gue membayangkan besok gue harus masuk kerja lagi.
Pada dasarnya gue emang orang yang males. Lo nggak salah baca, ya gue emang orang yang males. Gue kurang suka bekerja hal-hal yang berat-berat, gue nggak suka dengan rutinitas yang membosankan, dan gue nggak suka disuruh-suruh. Ya, kawan karakter yang nggak punya harapan buat jadi pegawai yang baik. Hahaha... tapi gue nggak terlalu ambil pusing sih dengan karakter itu, karena ternyata karakter gue itu emang nggak cocok jadi pegawai, tapi lebih cocok jadi boss. Lo pasti tau kalo udah liat gue.
Padahal dari segi keberuntungan, gue termasuk orang yang lumayan beruntung. Bayangkan betapa sulitnya orang-orang mencari kerja di luar sana, bahkan sarjana pun masih banyak yang menjadi pengangguran. Sedangkan gue, bahkan belum lulus pun udah ada beberapa perusahaan yang pengen mempekerjakan gue di perusahaannya. Bahkan ada perusahaan yang rela menunggu sampe gue lulus supaya gue bisa masuk ke perusahaannya. Ya, emang sih skill pemrograman gue lumayan oke dan perstasi akademik serta portofolio gue juga oke. Mungkin dari situ mereka liat. Ya, intinya setelah lulus kuliah gue bahkan nggak pernah ngalamin yang namanya ngelamar kerja, gue tinggal dateng ke sebuah perusahaan dan diterima dengan gaji yang lumayan gede.
Semoga gue nggak termasuk orang yang nggak bersyukur. Karena ternyata udah bekerja di perusahaan dengan gaji yang lumayan nggak bikin gue senang. Bahkan kenyamanan kantor dan fasilitasnya gue anggap biasa. Bahkan yang selalu gue pikirin adalah gimana caranya gue keluar dari kantor ini.
Eiit... jangan salah sangka dulu, di kantor gue semuanya baik sama gue. Bahkan bossnya pun enak. Gue nggak punya masalah apa pun di kantor ini. Semuanya berjalan dengan sangat mulus. Dan sepertinya gaji gue di bulan ini bakalan naek lagi. Tapi, itu rasanya nggak berpengaruh buat gue. Karena yang gue pengen justru keluar dari perusahaan dan bikin perusahaan sendiri. Jadi bisa dibilang gue nggak terlalu menikmati sih kerja di kantor. Ya, tapi sebisa mungkin gue harus jalani dulu seenggaknya sampe modal gue cukup buat memulai tujuan gue.
Selama liburan tahun baru ini gue bisa banyak berkarya, mulai dari ngeblog, ngerjain beberapa proyek, ketemu klien, ngembangin startup gue. Ya, kerjaan pengusaha banget. Dan besok gue harus balik lagi ke kantor dan fokus lagi menjadi pegawai dan memberikan skill gue buat kantor. Bayangkan, betapa gue bakalan kangen dengan saat-saat liburan ini. Lo tau nggak, kenapa gue suka banget dengan liburan? Ya, karena gue rasa waktu gue bisa lebih efektif buat gue ketika liburan. Gue bisa ngerjain banyak hal, gue bisa berkarya, gue bisa meneruskan ide-ide gue, rencana-rencana gue. Jadi ketika membayangkan bahwa hari ini adalah hari terakhir liburan gue, dan besok adalah saatnya kembali ke kantor dan menjalani rutinitas yang membosankan, itu membuat gue prustasi.
Tapi mudah-mudahan ini semua nggak lama. Karena gue lagi nyiapin modal. Setelah modal yang gue rasa udah cukup, gue bakalan keluar. Untuk saat ini, gue harus menjalani hidup seperti manusia normal lainnya dulu. Walaupun itu sangat membosankan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar